Tampilkan postingan dengan label 2016. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2016. Tampilkan semua postingan

Kamis, November 10, 2016

BlogTour & Giveaway "Beat of the Second Chance" by Zachira Indah [Blog Entri GA]

Assalamualaikum.....
Apa kabar temans?
Kembali lagi bareng Catatan Nunaa, dan kali ini edisi Info Giveaway! Yeay! Asik kan?!
Buat kamu hunter giveaway jangan sampai melewatkan info yang satu ini yaa! Let's check it out!


Sepanjang bulan November ini ada Blogtour & Giveaway novel Beat of the Second Chance karya Zachira Indah yang terbit bulan September 2016 lalu. Nah, rangkaian blogtour kedua-nya berlangsung di blog Biondy Alfian. Cek langsung aja di Blog A Life. Paling lambat tanggal 15 November 2016.

Pengen tahu seseru apa novel Beat of the Second Chance ini? Yuk dibaca dulu sinopsisnya ;)


Judul: Beat of the Second Chance
Penulis: Zachira Indah
Penerbit: Penerbit Grasindo
Halaman: 256 halaman
Terbitan: September 2016 




Galang, mantan drummer Three Notes sebuah band terkenal terpaksa berhenti dari dunia musik karena kehilangan satu kakinya dalam kecelakaan. Dunianya kini adalah pertaruhan untuk survive dalam hidup dan pekerjaan yang tidak mengizinkannya, memiliki kesempatan karena statusnya kini adalah 'orang cacat'.

Di satu sisi, Nessa dokter muda yang di ambang kesuksesan karena mewarisi rumah sakit keluarga di Melbourne mulai ragu dengan keputusannya. Pertemuannya dengan Galang membangkitkan mimpi lama tentang menjadi drummer saat dirinya masih mengidolakan laki-laki itu.

Dulu, mereka tidak percaya lagi pada mimpi.
Dulu mereka menyerah dengan keadaan.
Tapi sebuah pertemuan memercikkan harapan keduanya untuk membalikkan keadaan.
Yang mereka butuhkan hanya kesempatan.
Sebuah kesempatan kedua.


Jadi tambah penasaran? So, jangan lupa ikutan Giveaway-nya.
Don't miss it yaaa!

Salam
NunaaLia ^_^


Postingan ini diikutsertakan dalam Blogtour & Giveaway novel BEAT OF SECOND CHANCE karya ZACHIRA INDAH







Rabu, Agustus 31, 2016

Wishful Wednesday [2] ~ Giveaway with Books to Share

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.....
Apa kabarnya temans...? Semoga selalu sehat dan happy yaa
Seperti aku niy lagi happy, karena itu nongol deh postingan blog ini heheheee :D


Untuk kedua kalinya aku posting tentang Wishful Wednesday niy! Dan sekali lagi ini juga karena ada Giveawaynya hahaaa. Suka Giveaway juga? Ayo ikutan posting Wishful Wednesday juga di blog kamu.
Eeits, tapi sebelumnya baca dulu yaa postingan Wishful Wednesday ku ini ;)

Wishful Wednesday yang kedua ini (baru dikit banget yak hehee), aku masih berharap banget dapat novel series The Chronicles of Audy karya Orizuka. Masih penasaran banget dengan kisah Audy dan ke-empat cowok ganteng 4R itu! Walaupun sudah nggak remaja lagi, tapi menikmati kisah ini akan sangat menghibur dan juga memberikan inspirasi, karena menurutku kisah Audy ini menarik banget! Makanya pengin banget baca novel series karya Orizuka ini.

Kalau di Wishful Wednesday [1] aku berharap dapat seri ke-satunya (4R) & seri ke-duanya (21), kali ini Wishful Wednesday-ku adalah seri ketiga dan keempat dari The Chronicles of Audy yaitu: The Chronicles of Audy: 4/4 dan The Chronicles of Audy: O2.



Ssst...di bukubukularis.com novel-novel ini masih dapat diskon loh! Asyik kan?! :D

Oya, seperti yang aku bilang di atas Wishful Wednesday kali ini ada Giveawaynya, dan itu diadakan oleh Kak Astrid di Blog-nya Books to Share dalam rangka Anniversary blog Books to Share yang ke-7!

Yuk ikutan ngeramein juga, siapa tahu aku yang beruntung eeh... heheheeee :D

Good luck!

Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Salam
Nunaa Lia ^_^



Selasa, Agustus 09, 2016

BlogTour & Giveaway "OUR DESTINY" by AYA NH [Blog Entri GA]

Assalamualaikum....
Hai hai!! Akhirnya posting lagi di blog ini, walaupun niatnya untuk memenuhi syarat Giveaway hahahaaa... Nggak pa-pa deh ya. Kalo nggak gitu blog ini nggak keluar postingan deh, walaupun rencana banyak tapi kepending terus realisasinya. Huft!
Ya sudah, lupakan!

Sekarang aku mau sharing sama teman-teman kalau ada Blogtour & Giveaway novel OUR DESTINY karya AYA NH niy. Sudah sesi terakhir sih dari 3 rangkaiannya, tapi nggak pa-pa ya, siapa tahu kali ini beruntung! ;)


Nah, rangkaian terakhir Blogtour & Giveaway novel OUR DESTINY karya AYA NH ini ada di blognya Kak Biondy Alfian Cek di Blog A Life

Syaratnya gampang kok, tinggal isi kolom Rafflecopter.

Giveaway berlangsung dari 8 Agustus 2016 - 14 Agustus 2016.

Biar penasaran baca dulu sinopsis novelnya:

Judul: Our Destiny
Penulis: Aya NH
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 192 halaman
Terbitan: Juli 2016

Hari Afra berubah warna-warni setelah Radit hadir dalam hidupnya dan menjadi pacarnya. Kehidupan rumah yang selalu membuatnya sedih karena Nenek begitu membencinya tak lagi terasa begitu berat.

Afra kira ini awal menuju keadaan yang lebih baik.

Tapi, kenyataan berkata lain. Radit memutuskannya, Nenek menuduhnya sebagai penyebab adiknya celaka, dan ia tak sengaja mengungkap rahasia kelam yang bertahun-tahun disimpan keluarganya.

Kemudian Ihsan—mantan pacar yang dulu mencampakkannya—tiba-tiba kembali mengisi harinya.

Ujian kelulusan semakin dekat, Radit punya pacar baru, dan Nenek tetap mengecapnya sebagai “anak pembawa sial”. Ke manakah takdir akan membawa Afra? Kebahagiaan atau tangis kehilangan?

 

Penasaran and pengin baca full kisahnya kan??
So, buruan ikutan! Don't miss it yaa! And good luck for me *eh hueheheheee :D


Salam
NunaaLia ^_^


Postingan ini diikutsertakan dalam Blogtour & Giveaway novel OUR DESTINY karya AYA NH

Selasa, Maret 22, 2016

Merindu Cahaya de Amstel by ARUMI E ~ Kisah Sang Penangkap Cahaya || Review Novel



Assalamu’alaikum temans...! Apa kabar? Semoga selalu sehat yaa, amiin...
Selamat datang kembali di Catatan Nunaa. Di bulan maret ini ada novel yang baru saja selesai aku baca. Seperti review novel sebelumnya, novel ini juga hasil dari berburu giveaway di tahun 2015 kemarin. :D
Dan karena ini adalah novel pertama yang aku baca dari karya penulis yang satu ini, seperti biasa kita sedikit mengenal dulu tentang penulisnya yaa.
Novel Merindu Cahaya de Amstel ini adalah karya Arumi E, seorang lulusan arsitektur kelahiran Jakarta tanggal 6 Mei. Mba Arumi sangat senang menekuni dunia menulis dan hasil karyanya yang berupa cerpen remaja dan cerpen anak banyak dimuat di berbagai majalah nasional. Selain senang menonton film drama romantis dan serial detektif, Arumi suka juga mendengarkan musik The Beatles loh!
Tahajud Cinta di Kota New York (Zettu), Jojoba (DeTeens), Amsterdam Ik Hou Van Je (Grasindo), Monte Carlo (Gagas Media), Cinta Valenia (Elex Media), Eleanor (GPU) adalah beberapa novel beliau yang telah terbit. Dan suatu saat nanti pemilik twitter @rumieko ini berharap bisa berkunjung ke negara-negara yang menjadi setting novel-novelnya.
~ ◊◊◊ ~


Judul Buku : Merindu Cahaya de Amstel
Penulis : ARUMI E
Jenis Buku : Romance Islami
Desain Cover : Shutterstock & Suprianto
Editor : Donna Widjajanto
Tata letak isi : Fajarianto
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Tahun 2015
Tebal Buku : 276 halaman
ISBN : 978-602-03-2010-6
Reward Giveaway Merindu Cahaya de Amstel di ridhodanbukunya.wordpress.com
02 – 07 November 2015

“Kita mungkin tak bisa menjadi sempurna, tapi selalu ada kesempatan menjadi lebih baik.” 


~ Sinopsis ~

Cahaya mentari sore menciptakan warna keemasan di permukaan Sungai Amstel. Mengingatkan Nicolaas van Dijk, mahasiswa arsitektur yang juga fotografer, pada sosok gadis Belanda dengan nama tak biasa, Khadija Veenhoven. Gadis yang terekam kameranya dan menghasilkan sebuah foto “aneh”.
Rasa penasaran pada Khadija mengusik kenangan Nico akan ibu yang meninggalkannya saat kecil. Tak pernah terpikir olehnya untuk mencari sang ibu, sampai Khadija memperkenalkannya pada Mala, penari asal Yogya yang mendapat beasiswa di salah satu kampus seni di Amsterdam.
Ditemani Mala, Nico memulai pencariannya di tanah kelahiran sang ibu. Namun Pieter, dokter gigi yang terpikat pada Mala, tak membiarkan Nico dan Mala pergi tanpa dirinya. Dia menyusul dan menyelinap di antara keduanya.
Tatkala Nico memutuskan berdamai dengan masa lalu, seolah Tuhan belum mengizinkannya memeluk kebahagiaan. Dia didera kehilangan dan rasa kecewa itu dia lampiaskan pada Khadija yang telah mengajarinya menabur benih harapan.
Kembali Nico mencari jawaban. Hingga sinar yang memantul di permukaan Sungai Amstel menyadarkannya. Apa yang dicarinya ada di kota Amsterdam ini dan sejak awal sudah mengiriminya pertanda. Akankah kali ini Nico berhasil memeluk kebahagiaannya?
~ ◊◊◊ ~

~ My Review ~

Nicolaas Van Dijk adalah pemuda Belanda campuran Indonesia. Mahasiswa arsitektur yang juga fotografer lepas. Nico menyukai street photography. Di jalanan, terkadang dia menemukan sesuatu tak terduga yang menjadi gambar menarik setelah terekam kameranya. Salah satu foto yang menarik perhatiannya adalah foto seorang gadis berkerudung yang sedang duduk membaca buku di rerumputan. Foto itu menjadi tidak biasa karena ada semburat cahaya mengelilingi tubuh gadis itu. Gadis yang tidak sengaja ditabraknya saat ia asyik memotret. Gadis muslim berwajah Eropa.
“Dia bukan sejenis malaikat, kan?” – Nico
(Hal.6)
Karena foto tak biasa itu Nico nekad mencari dan mendatangi gadis itu. Ia memperkenalkan diri dan meminta ijin memotretnya. Namun gadis bernama Khadija itu menatapnya curiga dan menolak dengan tegas. Nico yang penasaran tidak menyerah begitu saja, ia malah mengambil foto Khadija diam-diam. Dan ternyata di foto berikutnya tidak ada cahaya aneh pada foto Khadija.
“Aku penasaran kenapa kamu tertarik dengan Islam. Sementara aku justru punya pengalaman tidak enak tentang itu.” – Nico
(Hal.23)
Khadija yang ternyata seorang mualaf, mengingatkan Nico pada sosok mamanya yang juga seorang muslim. Mama yang meninggalkannya saat kecil dan memberikannya kenangan pahit yang membuatnya kecewa dan patah hati karena ditinggalkan.
Suatu ketika Nico meminta ijin pada Khadija untuk memuat fotonya di majalah karena ada tema yang cocok dengan foto itu. Namun Khadija tetap keberatan. Khadija malah memperkenalkan Nico dengan Mala, penari asal Yogya. Khadija pun menyarankan Nico memotret Mala. Profil Mala yang seorang penari tradisional Indonesia yang mendapat beasiswa belajar tari kontemporer di Amsterdam pasti menarik untuk dimuat di majalah.
Mengenal Mala kembali mengingatkan Nico pada mamanya yang seorang wanita jawa. Ucapan Mala yang mengatakan kalau Nico merindukan mamanya mengusik batin Nico. Memunculkan perasaan yang selama ini dipendamnya. Dan secara tiba-tiba saja ide untuk ke Indonesia muncul. Sesuatu yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan olehnya.
Dengan ditemani Mala yang kebetulan pulang ke Indonesia untuk menghadiri undangan menari di acara festival tari Internasional di Yogya, Nico pun mencari keberadaan ibunya.
Bagaimana pertemuan Nico dengan ibunya yang sudah berpisah selama enam belas tahun? Dan apa yang terjadi pada Nico ketika akhirnya dia harus kehilangan lagi?
Lalu, bagaimana pesona seorang Khadija sehingga dapat mempengaruhi orang-orang terdekatnya, seperti Mala, Pieter, bahkan Nico?
~ ◊◊◊ ~

~ My Opinion ~

Novel ini berkisah tentang beberapa tokoh diantaranya Nico, Khadijah, Mala, dan Pieter. Walau porsi kisah Nico dan Khadija lebih banyak, cerita tentang Mala dan Pieter juga sangat menarik perhatian. Penggunaan Pov ketiga membuat kita diajak mengenal pribadi dan kehidupan keempatnya lebih dalam. Nico yang memendam kekecewaan sekaligus kerinduan kepada ibunya yang meninggalkannya sejak kecil. Khadija yang karena keputusannya menjadi mualaf membuat hubungannya dengan orangtua dan saudaranya menjadi renggang. Ada juga Mala yang berusaha keras menyelesaikan kuliahnya di Amsterdam dan terpaksa harus jauh dari keluarganya di Indonesia. Dan Pieter, sepupu Khadija, yang karena penasaran akhirnya menemukan cahaya dalam kehidupannya.
Novel ber-setting di Belanda, khususnya Amsterdam ini, membawa kita seperti berjalan-jalan di sana dan mengetahui bagaimana kehidupan orang-orangnya. Kita akan disajikan penggambaran tentang pemandangan senja di tepian Sungai Amstel, suasana di sekeliling Museumplein, juga kegiatan di Gedung Euromuslim Amsterdam. Yang menarik, orang Amsterdam menyukai memakai sepeda sebagai alat transportasi. Selain ke Amsterdam, novel ini juga membawa kita ke Yogya, Jakarta dan Bali, mengikuti perjalanan Nico berburu gambar-gambar yang menarik dan indah.
Selain membawa aku berjalan-jalan ke beberapa tempat, novel ini juga cukup membuat terharu. Di beberapa part aku sempat meneteskan air mata. Tapi aku tidak akan mengungkapkan kisah mana saja yang sukses membuat sesak itu, takut spoiler hehee. Oya, dalam novel ini juga mba Arumi mengenalkan kita dengan beberapa kata/frase/kalimat dalam bahasa Belanda.
Aku baru pertama kali membaca novel karya Mba Arumi, dan aku suka sekali dengan novel ini. Novel bergenre spiritual begini memang selalu membuat hati adem juga menohok diri sendiri. Aku merasa disadarkan ketika membaca kisah seorang Khadija yang baru menjadi mualaf selama 2 tahun, tapi begitu total menjalankan hidupnya sebagai the real muslimah, dari sikapnya, cara berpakaian, sampai konsep pergaulan antar lawan jenis. Sementara aku yang terlahir sebagai seorang muslimah, baru menjalankannya setengah-setengah. Aku dibuat kagum dengan pribadi Khadija dan pesonanya yang dapat membuat orang-orang yang mengenalnya menemukan cahaya dalam kehidupan mereka.
Kalau boleh kritik, menurutku sinopsis di belakang buku terlalu detail. Uraiannya sangat jelas sehingga aku sendiri sudah bisa menebak kemana ceritanya akan bergulir. Walau begitu tetap ada kejutan dalam cerita ini, tentang Pieter terutama, dan aku sangat excited mengikuti kisah Pieter ini. Sementara untuk masalah penulisan novel ini minim typo, aku hanya menemukan tiga kali typo. Good job! Jadi membaca novel ini nyaman sekali tanpa banyak gangguan typo. :D
Oya, aku juga mau berbagi sedikit tentang pengucapan salam. Ketika memasuki rumah, orang muslim selalu mengucapkan ‘assalamualaikum’, dan orang yang mendengarnya wajib menjawab ‘waalaikumsalam’.  Nah jika kita masuk ke dalam rumah yang dalam keadaan kosong dan tidak ada orang yang akan menjawab salam, maka mamaku mengajarkan untuk mengucapkan ‘assalamualaina wa’ala ibadillahis solihin’ sebagai salam. Itu aja sih, semoga bermanfaat.
Ada beberapa kalimat menarik dan penuh makna yang tersebar dalam novel ini, diantaranya:
“Aku seorang yang memandang ke depan. Tidak terpengaruh dengan masa lalu seseorang.”
–Nico- (hal.97)
“Aku tidak akan memaksamu menjalani hidup seperti aku. Karena yang akan menjalani hidupmu adalah dirimu sendiri. Kamu yang paling tahu seperti apa cara hidup yang paling nyaman buatmu.”
 –Khadija- (hal.99)
“Soal dosa atau tidak dosa, Cuma Allah yang berhak menilai.”
“Kita sama-sama menuju kebaikan pelan-pelan.”
“Semua butuh proses. Allah menilai proses yang kamu lalui. Yang penting kamu sudah berusaha menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.”
–Khadija- (hal.100)
“Semoga Allah memberi aku kesempatan memperbaiki diri sedikit demi sedikit.”
 –Mala- (hal.100)
“Apa harus ada penjelasannya? Kamu yang bilang sendiri masalah keyakinan adalah hal yang personal. Efeknya berbeda pada setiap orang. Tiap orang punya rasa nyamannya sendiri tentang bagaimana cara menjalani hidup.”
 –Pieter- (hal.162)
“Seriuslah berusaha mewujudkan tekadmu, jangan cuma bermimpi.”
–Nico- (hal.171)
“Kalau kamu sudah punya niat kuat ingin mewujudkan sesuatu, selalu ada jalan untuk mencapainya. Itu law of attraction namanya. Yakinlah dengan keinginanmu.
 –Nico- (hal.184)
Novel ini mengingatkanku kalau sudah lama banget aku tidak membaca novel bertema religi yang selalu sukses menyentuh jiwa dan membangkitkan sisi keimananku yang naik turun, terutama saat membaca cerita tentang Khadija. Novel ini bagus dan layak dibaca siapa saja. Seperti judulnya, Merindu Cahaya De Amstel, semoga pembaca dapat menemukan cahaya dalam hidupnya kembali seperti para tokoh dalam kisah ini.
So, selamat membaca ya! ;)
~ ◊◊◊ ~

“Kita mungkin tak bisa menjadi sempurna, tapi selalu ada kesempatan menjadi lebih baik.”   
( Arumi E )


Salam
Nunaalia ^_^