Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan

Selasa, September 19, 2017

Momiji by Orizuka ~ Review Buku




Judul Buku : MOMIJI
Penulis : Orizuka
Penyunting : Selsa Chintya
Desainer Sampul : @kammaliar
Penyelaras Aksara : Brigida Ruri
Layout Sampul : @fadiaaaa_
Penerbit : Penerbit Inari
Terbit : Mei 2017
Halaman : 210
ISBN 978-602-60443-8-9



~ Blurb ~


Patriot Bela Negara lelah punya nama seperti itu, terutama karena dia memiliki fisik dan mental yg sama sekali tidak seperti patriot, apalagi yg siap membela negara.


Seumur hidupnya, Patriot diolok-olok hingga akhirnya, dia memutuskan memberontak. Dia jadi gandrung Jepang, belajar bahasa Jepang, dan punya cita-cita pergi ke Jepang untuk bertemu Yamato Nadeshiko--tipe wanita ideal versi Jepang.


Di usianya yang kedua puluh, Patriot akhirnya berada selangkah lebih dekat dengan cita-citanya itu. Dia menginjak Jepang untuk ikut program pendek musim gugur di Osaka dan beruntung baginya, orangtua inang tempat homestay punya anak gadis seusianya!


Shiraishi Momiji, gadis itu, mungkin adalah buah penantiannya selama ini. 


... Atau mungkin bukan. 


*** 



~ Review ~



Mendengar nama Patriot Bela Negara mungkin kita akan membayangkan sosok cowok tegap berdada bidang, memiliki sifat berani dan berjiwa pemimpin. Namun, cowok bernama Patriot Bela Negara dalam kisah ini berbanding terbalik dengan bayangan kita. Patriot malah memiliki tubuh kurus kering berkulit pucat dan alergi debu, ia mewarisi kepribadian ayahnya yang kikuk dan sulit berekspresi. Gara-gara ironi itu, Patriot jadi bahan guyonan sejak kecil.  

Patriot, yang lebih suka dipanggil Pabel, lelah dengan trauma akan namanya sendiri, dan membuatnya memberontak. Pabel bertekad pergi ke Jepang untuk meninggalkan sejenak kekacauan yang dibuat namanya itu. Dan alasan lainnya adalah ia ingin bertemu dengan gadis yang tidak tahu arti namanya, gadis yang tidak memiliki ekspektasi apapun terhadap dirinya. Gadis Yamato Nadeshiko impiannya.

Pabel berusaha keras untuk mewujudkan tekadnya dengan bertahun-tahun les bahasa Jepang dan kuliah di jurusan Sastra Jepang. Ia juga mati-matian menabung untuk ikut program pendek di sebuah sekolah bahasa swasta karena tidak sabar menunggu beasiswa. Hingga pada usia kedua puluh ia berhasil menginjak Jepang untuk mengikuti program pendek musim gugur di Osaka. Dan di sana ia bertemu Momiji, anak gadis orangtua inang tempatnya homestay yang seusia dengannya. 

Momiji, berarti dedaunan yang berubah merah di musim gugur, identik dengan maple Jepang; dedaunan yang seolah memberikan rasa hangat di tengah dinginnya musim itu. (hal.8)

Sayangnya, sosok Momiji yang dijumpai Pabel berbanding terbalik dengan harapannya. Momiji yang baru pulang, setelah tiga tahun menghilang, datang dengan tampilan yankii, dengan rambut merah panjang dan megar. Pertemuan pertama keduanya benar-benar kacau. Momiji meneriaki Pabel sebagai pencuri susu, bahkan memukulnya dengan kepala pedang hingga Pabel pingsan! Momiji membuat hari-hari Pabel jungkir-balik karena ulahnya.

Pabel yang lemah bertemu Momiji yang kuat dan agak menyeramkan. Bagaimana jadinya ya? 
Apa saja yang akan dihadapi Pabel selama di Jepang? 
Akankah Pabel bertemu dengan Yamato Nadeshiko impiannya?


~ My Opinion ~

Membaca kisah ini, aku masih gagal membayangkan sosok Pabel yang berbanding terbaik dengan namanya. Mungkin karena selama ini kebanyakan baca novel yang tokoh cowoknya mempesona kali ya hahahaa.... Sikap gugup Pabel bikin geregetan deh, apalagi pas pertama kali ketemu Momiji, ngebayanginnya ya ampun... enggak deh. :D

Tentang sosok Momiji yang urakan dengan dandanan yankii-nya, terutama rambutnya yang merah megar, bikin aku ngebayangin tokoh film lama berjudul Megaloman wkwkwkwkk (ada yang pernah nonton nggak ya, soalnya tuh film jaman tahun 80-an gitu :D)



“Kau tampak lemah dan tidak berguna. Kau sasaran yang tepat untuk diganggu. Orang sepertimu butuh pengawalan. Jangan menolak penawaranku. Kau tidak akan menemukan pengawal sepertiku di mana pun.” ~ Momiji (hlm. 37)


Kasian banget Pabel... ternyata Momiji jauh dari bayangan sosok Yamato Nadeshiko impiannya. Apalagi Momiji mengajukan diri menjadi pengawal Pabel selama di Jepang, padahal melihat gadis itu aja Pabel udah ngeri! Bisa bayangin nggak gimana menegangkannya hari-hari Pabel bersama Momiji? Anehnya aku malah ketawa deh ngikutin kisah mereka wkwkwkkw :D

Membaca interaksi Pabel dengan Momiji ini bikin gemas juga ketawa. Gemas sama sikap gugup, kikuk, dan kakunya Pabel yang aduuuh, kayaknya nggak banget deh sebagai cowok. Apalagi kalau Pabel sudah bicara pake, "Anu....Anu..." saking gugupnya menghadapi Momiji yang galak, bikin aku makiiin geregetan deh!  Ditambah lagi cerita diambil dari sudut pandang Pabel, makin membuat kita bisa tahu apa yang dirasakan Pabel, tapi juga sekaligus geregetan.


Setting yang diambil di Jepang beserta kehidupan masyarakatnya menambah pengetahuan baru buat aku yang awam soal Jepang. Topik tentang tunawisma, yankii, dan geng motor sekilas diulas dalam novel ini. Dan yang paling menjadi surprise adalah sosok Nanami-san, ibu Momiji, yang terungkap menjelang akhir cerita. 

Dari tokoh yang ada, Nanami-san jadi tokoh favoritku. Tipe ibu-ibu Jepang yang sangat perhatian. Sikap lembutnya pada Pabel bikin tersenyum membayangkannya, bisa dibilang sebagai penawar dari sikap galak dan menyeramkannya Momiji yang harus Pabel hadapi setiap hari. Walaupun sikap Nanami-san pada Momiji, setelah kepulangan Momiji yang menghilang selama tiga tahun, tidak seperti ibu terhadap anaknya. Tapi itu bisa dimaklumi, karena Nanami-san juga punya maksud baik di balik sikap kerasnya pada Momiji. Dan fakta tentang masa lalu Nanami-san bikin aku bergumam 'whoaa!'. Mau tau kenapa? Ayo baca novelnya! :D


Momiji adalah novel keempat yang kubaca dari karya Orizuka. Secara keseluruhan ceritanya menarik, lucu, dan menghibur. Walaupun terasa masih kurang karena kebersamaan Pabel dan Momiji seakan dipercepat ketika cerita langsung lompat setelah 24 hari kemudian. Saat-saat Pabel dan Momiji mulai berdamai dengan masalah mereka masing-masing terasa kurang panjaaaang. Dan, walaupun sikap tokoh cowoknya bukan tipe yang ku suka, tapi kita bisa belajar dari sosok Patriot Bela Negara yang mengaku tidak seperti Patriot ini. Dari Pabel kita belajar tentang usaha keras untuk mewujudkan tekadnya pergi ke tempat yang diinginkan. Juga untuk tidak minder dengan kekurangan diri sendiri dan tetap semangat, karena masing-masing kita memiliki kelebihan lain di balik kekurangan itu. Dari Momiji kita belajar tentang kemauan untuk mendengarkan pendapat/penilaian orang lain, juga semangat untuk kembali bangkit dari keterpurukan yang pernah dialami.



Tiga Love ♥♥♥ buat Pabel & Momiji 



~~~ ♦♦♦ ~~~


Salam

Nunaa Lia ^_^


Rabu, Februari 03, 2016

Review Novel ~ SLEEPOVER by Nathalia Theodora ~


Assalamualaikum temans, apa kabar niy? Semoga semuanya selalu sehat ya!
Ada novel baru yang sebenarnya sudah agak lama aku baca, tapi baru sempat aku buat reviewnya.

Novel ini karya Nathalia Theodora yang merupakan novel ke-empatnya. Penulis berzodiak Sagitarius ini menyukai genre thriller dalam film maupun novel, bahkan melebihi genre romance. Karena itu terbitlah novel Sleepover bergenre favoritnya ini. Selain membaca, Nathalia mengisi waktu luangnya dengan menonton juga mendengarkan musik K-pop, dan tentu saja menulis. Dari hobinya itu Nath sudah menerbitkan beberapa karya, seperti cerpen, antologi cerpen, dan novel.
Penasaran dengan cerita Sleepover ini? Baca dulu yuk reviewnya ;)

~ ♦♦♦ ~


 
Judul Buku : SLEEPOVER
Penulis : Nathalia Theodora
Editor : Grace R. Situngkir
Jenis Buku : Thriller Remaja
Penerbit : Elex Media Komputindo
Cetakan Pertama 2015
Tebal Buku : 181 halaman
ISBN : 978-602-02-7094-4
Reward Giveaway Sleepover di rizkymirgawati.blogspot.co.id
28 September – 03 Oktober 2015


Ketika aku mengatakan bahwa malam ini akan menjadi malam yang tak terlupakan, aku tidak menyangka kalau hal itu akan menjadi kenyataan - dalam artian yang buruk.



BLURB
Hanna yang baru pulang les bersama pacarnya, Edward, dihadang oleh preman, dan sebagai akibatnya Edward ditusuk hingga meninggal.
Dua tahun kemudian, Hanna mengadakan acara menginap bersama dengan ketiga temannya—Erin, Jill, dan Sharon.
Acara menginap mereka yang awalnya seru mendadak berubah menjadi mimpi buruk, ketika listrik padam dan seorang penyusup meneror mereka. Selama semalaman mereka berusaha melarikan diri dari penyusup itu, sampai kemudian satu demi satu teman-teman Hanna menghilang.
~ ♦♦♦ ~


REVIEW 
Kematian kekasihnya, Edward, sempat membuat Hanna terpukul karena didera rasa bersalah. Selama beberapa bulan setelah kejadian itu Hanna seperti orang linglung, hanya menangis dan mengurung diri di kamar. Namun itu kejadian 2 tahun yang lalu. Kini Hanna sudah bisa melanjutkan hidupnya dan kembali ceria, bahkan jatuh cinta lagi.
Untuk mengisi akhir pekan, atas usul Erin, Hanna, Erin, Jill, dan Sharon mengadakan acara menginap bersama di rumah Sharon. Kebetulan orangtua Sharon sedang keluar negeri, jadi mereka berempat bisa bersenang-senang.
Acara mereka diisi dengan berenang juga membuat kue, dan menonton film. Pukul sepuluh malam, ketika hujan deras, mereka memutuskan untuk berkumpul di kamar Sharon.
Hanna yang keluar kamar lagi untuk ke toilet mendengar suara pintu depan dibuka dan ditutup. Ia memutuskan untuk mengeceknya dan menemukan banyak tetesan air membentuk jejak sepatu, bahkan ia juga sempat melihat bayangan seseorang yang melintas dari arah gudang ke dapur.
Merasa ketakutan, Hanna buru-buru kembali ke kamar Sharon tempat ketiga temannya berada. Namun Hanna tidak menceritakan apa yang ditemukannya kepada teman-temannya. Ia tidak ingin membuat Sharon panik, apalagi baru saja mereka tahu kalau Sharon pernah diserang, dan sampai sekarang temannya itu selalu merasa seperti diikuti seseorang. Hanna tidak mau merusak acara mereka dengan melantur sembarangan akan hal yang belum pasti.
Namun baru saja Hanna ingin bersantai, mendadak listrik padam!
Apakah benar ada penyusup?
Bagaimana Hanna menghadapi penyusup itu sementara satu persatu teman-temannya menghilang?
~ ♦♦♦ ~
Ini novel Nathalia Theodora yang pertama yang aku baca. Novel bergenre thriller remaja ini berhasil membuat adrenalin terpacu sepanjang cerita. Alurnya membuat penasaran untuk terus membaca dengan dipenuhi pertanyaan-pertanyaan:
Siapa penyusup itu?
Apa yang terjadi dengan teman-teman Hanna yang satu persatu menghilang?
Bagaimana Hanna dan teman-temannya bisa lepas dari teror sang penyusup?
Penggunaan sudut pandang orang pertama (Hanna), sangat tepat. Dengan begitu pembaca seolah-olah dapat merasakan sendiri bagaimana perasaan yang dialami oleh Hanna. Rasa takut dan cemas yang ditimbulkan oleh adanya si penyusup yang menyebabkan teman-temannya menghilang. Keingintahuan tentang apa motif si penyusup. Sampai tekad juga keberaniannya menghadapi sang penyusup untuk menyelamatkan teman-temannya. Berasa seperti mengalami sendiri deh.
Untuk karakter tokoh, aku hanya bisa mengetahui tentang Hanna, sementara tokoh yang lain hanya diketahui dari penilaian Hanna, minim sekali. Mungkin karena penggunaan sudut pandang orang pertama tadi.
Yang menarik rentang cerita ini berjalan dalam waktu yang tidak terlalu lama, bahkan kurang dari 24 jam, tapi berasa panjang karena suasana yang menegangkan.
Sayangnya, blurb yang terlalu jelas membuat cerita ini mudah ditebak, setidaknya buat aku. Ketika membaca blurb dan mengetahui novel ini bergenre thriller, membuat aku sudah menganalisa dari awal cerita, kira-kira siapa sang penyusup. Aku terus menebak-nebak siapa tokoh yang bisa dicurigai. Sudah kayak detektif conan aja deh hehee...
Walau begitu aku tetap dibuat merasakan atmosfir ketegangan dalam novel ini. Dan yang aku suka novel ini minim typo, jadi nyaman sekali bacanya. Dan yang pasti, novel karya Nath yang pertama aku baca ini cukup membuat aku tertarik untuk membaca novel-novel Nath yang lain.
So, buat kamu yang suka genre cerita thriller, novel ini bisa jadi salah satu koleksi yang harus kamu miliki.

Salam
Nunaalia ^_^




Rabu, November 18, 2015

Review Novel ~ PERFECT SCENARIO [Kezia Evi Wiadji] ~ “Untuk kamu yang punya musuh bebuyutan “



Assalamu’alaikum temans….

Kali ini Catatan Nunaa mau kasih review novel teenlit yang baru-baru ini aku dapatkan dari ikutan Giveaway di Facebook :D



Ini pertama kalinya aku buat review novel niy, jadi maaf yaa masih banyak kekurangan.
Mudah-mudahan review-review selanjutnya bisa lebih baik lagi yaa, amiin…..

~ ♦♦♦ ~

Oya, sebelum kita mulai review novel yang covernya unyu-unyu ini, yuk kita kenalan dengan penulisnya dulu ;)

Kezia Evi Wiadji atau yang akrab disapa Evi ini bekerja sebagai karyawati di sebuah Bank Swasta di Jakarta. Mba Evi terjun di dunia tulis menulis sejak tahun 2011, dan dari hobinya tersebut sudah hadir buku fiksi maupun non fiksi.
Nah, Perfect Scenario ini salah satu hasil karyanya yang bergenre Teenlit.

So...mari kita liat seperti apa Perfect Scenario dari mba Evi ini ;)

 ~ ♦♦♦ ~


Di ambang batas benci, kudapati setitik rasa……



SINOPSIS

“Dengar ya, kita harus pacaran!”
“HAH?” 
“Mulai detik ini, lo pacar gue. Dan selama itu, lo nggak boleh jalan dengan cowok lain!”
“Eh, kamu kesurupan ya, tiba-tiba ngomong aneh begitu?!”
“Gue sadar seratus persen. Jadi, dengar—“
“Sori, aku gak mau!”
“Heh! Jangan ge-er dulu. Gue sebenarnya juga nggak mau pacaran sama lo. Tapi kali ini, mau nggak mau, kita harus!” 
***

Ajakan kencan ini akan membahagiakan Finda, seandainya ia menyukai Farel. Seandainya Farel bukan duri dalam dagingnya. Seandainya Finda tidak menyukai Niko (teman baik Farel). Dan seandainya Farel tidak sedang berkencan dengan Novi. Tetapi, ajakan kencan jauh dari romantis yang disodorkan Farel ini harus diterima Finda karena mereka mempunyai tujuan yang sama, yaitu membatalkan pernikahan orangtua mereka!

~ ♦♦♦ ~

Finda Arletta adalah seorang gadis manis dengan pribadi yang kuat. Meskipun hanya dibesarkan oleh mamanya tanpa sosok ayah, Finda tumbuh menjadi gadis yang baik dan termasuk murid yang pandai. Dia bahkan sudah menetapkan pilihan untuk kuliah di kedokteran saat kuliah nanti.Keren kan...?! ;)

Farel Juventus termasuk salah satu cowok primadona di sekolah. Selain tampan dan keren, Farel juga murid yang pintar. Hanya satu hobi buruk Farel, yaitu menjahili Finda. Farel bahkan lebih suka berantem dengan Finda daripada mendengar rengekan Novi, pacarnya. Haiissh Fareel....! *tepok jidat
 
Finda dan Farel bertetangga sejak kecil, namun sejak pertemuan pertama, mereka tidak pernah akur, jadilah mereka musuh bebuyutan hingga keduanya duduk di bangku SMA.

Kata 'akrab' bagi Finda dan Farel adalah kata yang sangat sakral
(Hal.20)

Hingga pada suatu hari, Farel tiba-tiba memaksa Finda untuk pacaran dengannya (padahal Farel sudah punya pacar loh!). Farel memberitahu rencana pernikahan Papanya dengan mama Finda, karena itu mereka terpaksa harus pacaran untuk membatalkan pernikahan orang tua mereka. Finda yang tidak percaya berita itu, tentu saja menolak mentah-mentah. Finda lebih berharap berpacaran dengan Niko, cowok yang saat ini ditaksirnya. Berpacaran dengan Farel, itu benar-benar gila!

Untuk berteman dengan cowok itu saja ia ogah, apalagi berpacaran!
(Hal.27)

Tapi setelah mamanya mengundang Om Tonny -papa Farel- dan Farel makan malam istimewa di rumah mereka, juga pengakuan mamanya tentang rencana pernikahan mama dan Om Tonny, Finda terpaksa menyetujui rencana gila Farel.

Namun ada satu hal yang membuat hati Finda sakit, yaitu alasan Farel tidak ingin kedua orang tua mereka menikah.

"Karena gue nggak suka sama lo! Dan gue nggak mau jadi saudara lo!"
(Hal.28)

Ada saatnya mengalah untuk sebuah kemenangan.
(Hal.64)

Meski sakit hati, namun Finda tidak mau kalah dari Farel, karena cowok itu pasti akan meremehkannya. Finda pun sepakat dengan scenario yg disusun Farel, menjadi pacar bohongan, dengan syarat selama 'jadian' masing-masing tidak boleh jalan dengan cewek/cowok lain. Dengan berat hati Farel pun berjanji akan memutuskan hubungannya dengan pacarnya, Novi.

Jika ingin rencana berjalan baik, ia harus bersedia menjalin kerja sama dengan pihak lain.
(Hal.118)

Yang namanya cewek, benar-benar rumit dan membingungkan.
(Hal.31)

Novi tentu saja menolak diputusin oleh Farel apalagi mendengar alasan Farel yang dianggapnya konyol. Novi menduga Farel ada perasaan sama Finda. Namun Farel meyakinkan Novi kalau ia dan Finda tidak ada apa-apa, karena Finda juga tidak suka dengan rencana ini. Farel meyakinkan Novi kalau mereka hanya break sementara supaya papanya dan Mama Finda percaya perfect scenario pacaran bohongannya dengan Finda.

Akankah scenario yang dimainkan Farel dan Finda menjadi perfect?
Bagaimana 'kencan' ala dua musuh bebuyutan ini?

~ ♦♦♦ ~

Perfect Scenario adalah novel Kezia Evi Wiadji yang pertama aku baca. Sudah lama gak berburu novel jadi aku ketinggalan banyak niy, hadeeeh.... *tepok jidat

Novel bergenre teenlit yang menggunakan sudut pandang orang ketiga ini berkisah tentang Finda dan Farel, dua murid SMA yang menjadi musuh bebuyutan sejak kecil. Biasanya aku kurang tertarik dengan cerita bergenre teenlit, mungkin karena sudah lewat masanya kali ya hahahaaa. Tapi dengan tema musuh bebuyutan yang diangkat mba Kezia ini, menggelitik rasa penasaranku untuk mengetahui kisahnya. :D
 
Untuk karakter tokoh, selain ada Finda dan Farel yang menjadi musuh bebuyutan, novel ini juga diramaikan dengan tokoh Olly, sahabat Finda yang bertubuh montok dan hobi makan, tapi baik hati dan setia kawan. Olly selalu membuat aku tersenyum geli membayangkan tingkahnya.

Ada juga Niko, sahabat Farel yang juga salah satu primadona di sekolah. Ssst... Finda diam-diam tertarik loh pada Niko, tapi Finda lebih nyaman mengagumi Niko dari jauh. Selain keren, Niko juga pribadi yang menyenangkan dan perhatian. Beda banget dengan Farel yang menyebalkan bagi Finda. Aku juga agak sebel sih dengan Farel, tapi tetap berharap Farel dengan Finda hahaha... *ditimpuk fans Niko.

Semua pasti tidak ada yang suka dengan tokoh Novi, pacar Farel, tapi untung saja porsi Novi tidak banyak di cerita ini hehehee.... :D

Kisah remaja tidak jauh dari masa sekolah, persahabatan dan hubungan keluarga. Begitu juga dengan novel ini.
Farel dan Niko digambarkan sebagai cowok keren, pintar, dan populer di sekolah yang banyak fans-nya. Juga tentang kantin yang terpisah antara siswa laki-laki dan perempuan. Ada juga tentang acara prom night untuk siswa tingkat akhir yang lulus.
Kisah persahabatan Finda dan Olly mengingatkan pada persahabatan masa sekolah dulu, belajar bareng, hang-out ke mall, saling menggoda bahkan meledek jika ada cowok gebetan, tapi juga akan berdiri di depan membela sahabat bila ada cewek sirik yang cari ribut.
Persahabatan Farel dan Niko juga menarik. Meski sempat bersitegang masalah cewek, keduanya tidak bisa lama diam-diaman dan tidak bisa nongkrong bareng walau cuma di kantin Pak Jo. :D

"Jangan memaksakan kebahagiaan dengan orang yang tidak tepat."
(Hal.241)

Kisah ini juga memperlihatkan hubungan hangat Finda dan mamanya. Juga sikap bijak Mira yang berlapang hati demi kebahagiaan putrinya.
Berbeda dengan hubungan Finda dan mamanya yang hangat, Farel memiliki hubungan yang tidak begitu baik dengan papanya. Dari sini juga akan terkuak alasan Farel tidak menyetujui rencana pernikahan papanya dan mama Finda.

“Jarak mungkin dekat, tetapi Papa takut, hatimu akan semakin jauh.”
(Hal.172)

Selain bersetting di rumah, sekolah, dan mall, setting di Lembang adalah part yang aku suka. Penggambaran mengenai daerah pegunungan membuat fresh. Selain itu cerita di Lembang ini pun memacu adrenalin! Di sini juga dimulai hubungan yang tidak terduga antara dua musuh bebuyutan ini. :D

Kali ini, kata 'pulang' terdengar lebih menyenangkan dan nyaman di telinganya.
(Hal. 173)

Aku sempat berpikir akhir kisah ini tidak seperti yang aku harapkan, tapi ternyata ada kejutan di akhir cerita, ditambah lagi tingkah Olly kembali membuat aku terkikik-kikik. Kupikir kalau Olly sama cowok ganteng satu itu gimana ya..? :D

 ~ ♦♦♦ ~
 
Ada beberapa quotes menarik dan kalimat sindiran yang bertebaran di novel ini.

~ Quotes menarik (selain yang sudah mejeng di atas) ~

Seandainya menghapus rasa sakit di hati semudah menghapus tulisan di kertas dengan Tipp-Ex.
(Hal.242)

Untuk menjalin sebuah hubungan yang baik dan solid, tidak hanya diperlukan cinta, tetapi juga kepercayaan.
(Hal.260)

Cinta membuat orang buruk menjadi baik, juga sebaliknya. Membuat orang baik menjadi buruk. Semua tergantung pada tujuan kita mencintai.
(Hal.263)

~ Kalimat sindiran ~

Untuk apa bertanya jika sebenarnya telah memutuskan sejak awal mana pilihannya?! 
(Hal.106)

"Kamu yang bikin peraturan, eh, kamu sendiri yang melanggar. Bikin bete banget, tahu!"  
(Hal.123)

"Bohong. Ngaku aja! Hidungmu tuh kembang kempis kalau ngibul." 
(Hal.126)

"Cewek secerdas kamu ternyata bisa berubah bodoh jika berurusan dengan cinta." 
(Hal.192)

...cinta telah membuat otaknya bebal dan tumpul. Dengan mudah ia diperdaya...

(Hal.223)

Jika kamu berpikir selama ini merasa telah mengenal baik seseorang, namun pada akhirnya kamu tidak benar-benar mengenal orang itu.
(Hal.263)

~ ♦♦♦ ~

Ada sedikit kesalahan dari novel ini, mungkin kesalahan pencetakan. Di halaman 234 kalimat belum selesai, tapi halaman selanjutnya (235) sudah bab baru. Sangat disayangkan, dan agak sedikit mengganggu karena bikin penasaran lanjutan kalimatnya apa. Walaupun begitu masih bisalah menebak kira-kira apa lanjutannya. :D
Tapi melihat review di blog lain tidak ada yang berkomentar tentang kesalahan pencetakan ini, apa mungkin cuma salah cetak di novel yang aku dapat kali ya...?


Aku termasuk yang jeli soal typo, dan di novel ini masih ada beberapa typo diantaranya:
♦ 'memba-yangkan' mungkin harusnya membayangkan (Hal.250)
♦ 'Hubungan dengannya Novi harus berakhir.' Mungkin harusnya Hubungannya dengan Novi harus berakhir. (Hal.260)

Buat aku novel ini menarik, lucu dan fresh. Tema musuh bebuyutan dengan kisah dari benci jadi cinta mungkin sudah biasa, tapi tetap asik untuk dinikmati. Novel ini tentu saja cocok untuk pembaca remaja. Dan pembaca dewasa yang berjiwa muda juga sepertinya tidak akan melewatkan untuk membacanya.

Salam
Nunaa Lia   ^_^