Selasa, Maret 22, 2016

Merindu Cahaya de Amstel by ARUMI E ~ Kisah Sang Penangkap Cahaya || Review Novel



Assalamu’alaikum temans...! Apa kabar? Semoga selalu sehat yaa, amiin...
Selamat datang kembali di Catatan Nunaa. Di bulan maret ini ada novel yang baru saja selesai aku baca. Seperti review novel sebelumnya, novel ini juga hasil dari berburu giveaway di tahun 2015 kemarin. :D
Dan karena ini adalah novel pertama yang aku baca dari karya penulis yang satu ini, seperti biasa kita sedikit mengenal dulu tentang penulisnya yaa.
Novel Merindu Cahaya de Amstel ini adalah karya Arumi E, seorang lulusan arsitektur kelahiran Jakarta tanggal 6 Mei. Mba Arumi sangat senang menekuni dunia menulis dan hasil karyanya yang berupa cerpen remaja dan cerpen anak banyak dimuat di berbagai majalah nasional. Selain senang menonton film drama romantis dan serial detektif, Arumi suka juga mendengarkan musik The Beatles loh!
Tahajud Cinta di Kota New York (Zettu), Jojoba (DeTeens), Amsterdam Ik Hou Van Je (Grasindo), Monte Carlo (Gagas Media), Cinta Valenia (Elex Media), Eleanor (GPU) adalah beberapa novel beliau yang telah terbit. Dan suatu saat nanti pemilik twitter @rumieko ini berharap bisa berkunjung ke negara-negara yang menjadi setting novel-novelnya.
~ ◊◊◊ ~


Judul Buku : Merindu Cahaya de Amstel
Penulis : ARUMI E
Jenis Buku : Romance Islami
Desain Cover : Shutterstock & Suprianto
Editor : Donna Widjajanto
Tata letak isi : Fajarianto
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Tahun 2015
Tebal Buku : 276 halaman
ISBN : 978-602-03-2010-6
Reward Giveaway Merindu Cahaya de Amstel di ridhodanbukunya.wordpress.com
02 – 07 November 2015

“Kita mungkin tak bisa menjadi sempurna, tapi selalu ada kesempatan menjadi lebih baik.” 


~ Sinopsis ~

Cahaya mentari sore menciptakan warna keemasan di permukaan Sungai Amstel. Mengingatkan Nicolaas van Dijk, mahasiswa arsitektur yang juga fotografer, pada sosok gadis Belanda dengan nama tak biasa, Khadija Veenhoven. Gadis yang terekam kameranya dan menghasilkan sebuah foto “aneh”.
Rasa penasaran pada Khadija mengusik kenangan Nico akan ibu yang meninggalkannya saat kecil. Tak pernah terpikir olehnya untuk mencari sang ibu, sampai Khadija memperkenalkannya pada Mala, penari asal Yogya yang mendapat beasiswa di salah satu kampus seni di Amsterdam.
Ditemani Mala, Nico memulai pencariannya di tanah kelahiran sang ibu. Namun Pieter, dokter gigi yang terpikat pada Mala, tak membiarkan Nico dan Mala pergi tanpa dirinya. Dia menyusul dan menyelinap di antara keduanya.
Tatkala Nico memutuskan berdamai dengan masa lalu, seolah Tuhan belum mengizinkannya memeluk kebahagiaan. Dia didera kehilangan dan rasa kecewa itu dia lampiaskan pada Khadija yang telah mengajarinya menabur benih harapan.
Kembali Nico mencari jawaban. Hingga sinar yang memantul di permukaan Sungai Amstel menyadarkannya. Apa yang dicarinya ada di kota Amsterdam ini dan sejak awal sudah mengiriminya pertanda. Akankah kali ini Nico berhasil memeluk kebahagiaannya?
~ ◊◊◊ ~

~ My Review ~

Nicolaas Van Dijk adalah pemuda Belanda campuran Indonesia. Mahasiswa arsitektur yang juga fotografer lepas. Nico menyukai street photography. Di jalanan, terkadang dia menemukan sesuatu tak terduga yang menjadi gambar menarik setelah terekam kameranya. Salah satu foto yang menarik perhatiannya adalah foto seorang gadis berkerudung yang sedang duduk membaca buku di rerumputan. Foto itu menjadi tidak biasa karena ada semburat cahaya mengelilingi tubuh gadis itu. Gadis yang tidak sengaja ditabraknya saat ia asyik memotret. Gadis muslim berwajah Eropa.
“Dia bukan sejenis malaikat, kan?” – Nico
(Hal.6)
Karena foto tak biasa itu Nico nekad mencari dan mendatangi gadis itu. Ia memperkenalkan diri dan meminta ijin memotretnya. Namun gadis bernama Khadija itu menatapnya curiga dan menolak dengan tegas. Nico yang penasaran tidak menyerah begitu saja, ia malah mengambil foto Khadija diam-diam. Dan ternyata di foto berikutnya tidak ada cahaya aneh pada foto Khadija.
“Aku penasaran kenapa kamu tertarik dengan Islam. Sementara aku justru punya pengalaman tidak enak tentang itu.” – Nico
(Hal.23)
Khadija yang ternyata seorang mualaf, mengingatkan Nico pada sosok mamanya yang juga seorang muslim. Mama yang meninggalkannya saat kecil dan memberikannya kenangan pahit yang membuatnya kecewa dan patah hati karena ditinggalkan.
Suatu ketika Nico meminta ijin pada Khadija untuk memuat fotonya di majalah karena ada tema yang cocok dengan foto itu. Namun Khadija tetap keberatan. Khadija malah memperkenalkan Nico dengan Mala, penari asal Yogya. Khadija pun menyarankan Nico memotret Mala. Profil Mala yang seorang penari tradisional Indonesia yang mendapat beasiswa belajar tari kontemporer di Amsterdam pasti menarik untuk dimuat di majalah.
Mengenal Mala kembali mengingatkan Nico pada mamanya yang seorang wanita jawa. Ucapan Mala yang mengatakan kalau Nico merindukan mamanya mengusik batin Nico. Memunculkan perasaan yang selama ini dipendamnya. Dan secara tiba-tiba saja ide untuk ke Indonesia muncul. Sesuatu yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan olehnya.
Dengan ditemani Mala yang kebetulan pulang ke Indonesia untuk menghadiri undangan menari di acara festival tari Internasional di Yogya, Nico pun mencari keberadaan ibunya.
Bagaimana pertemuan Nico dengan ibunya yang sudah berpisah selama enam belas tahun? Dan apa yang terjadi pada Nico ketika akhirnya dia harus kehilangan lagi?
Lalu, bagaimana pesona seorang Khadija sehingga dapat mempengaruhi orang-orang terdekatnya, seperti Mala, Pieter, bahkan Nico?
~ ◊◊◊ ~

~ My Opinion ~

Novel ini berkisah tentang beberapa tokoh diantaranya Nico, Khadijah, Mala, dan Pieter. Walau porsi kisah Nico dan Khadija lebih banyak, cerita tentang Mala dan Pieter juga sangat menarik perhatian. Penggunaan Pov ketiga membuat kita diajak mengenal pribadi dan kehidupan keempatnya lebih dalam. Nico yang memendam kekecewaan sekaligus kerinduan kepada ibunya yang meninggalkannya sejak kecil. Khadija yang karena keputusannya menjadi mualaf membuat hubungannya dengan orangtua dan saudaranya menjadi renggang. Ada juga Mala yang berusaha keras menyelesaikan kuliahnya di Amsterdam dan terpaksa harus jauh dari keluarganya di Indonesia. Dan Pieter, sepupu Khadija, yang karena penasaran akhirnya menemukan cahaya dalam kehidupannya.
Novel ber-setting di Belanda, khususnya Amsterdam ini, membawa kita seperti berjalan-jalan di sana dan mengetahui bagaimana kehidupan orang-orangnya. Kita akan disajikan penggambaran tentang pemandangan senja di tepian Sungai Amstel, suasana di sekeliling Museumplein, juga kegiatan di Gedung Euromuslim Amsterdam. Yang menarik, orang Amsterdam menyukai memakai sepeda sebagai alat transportasi. Selain ke Amsterdam, novel ini juga membawa kita ke Yogya, Jakarta dan Bali, mengikuti perjalanan Nico berburu gambar-gambar yang menarik dan indah.
Selain membawa aku berjalan-jalan ke beberapa tempat, novel ini juga cukup membuat terharu. Di beberapa part aku sempat meneteskan air mata. Tapi aku tidak akan mengungkapkan kisah mana saja yang sukses membuat sesak itu, takut spoiler hehee. Oya, dalam novel ini juga mba Arumi mengenalkan kita dengan beberapa kata/frase/kalimat dalam bahasa Belanda.
Aku baru pertama kali membaca novel karya Mba Arumi, dan aku suka sekali dengan novel ini. Novel bergenre spiritual begini memang selalu membuat hati adem juga menohok diri sendiri. Aku merasa disadarkan ketika membaca kisah seorang Khadija yang baru menjadi mualaf selama 2 tahun, tapi begitu total menjalankan hidupnya sebagai the real muslimah, dari sikapnya, cara berpakaian, sampai konsep pergaulan antar lawan jenis. Sementara aku yang terlahir sebagai seorang muslimah, baru menjalankannya setengah-setengah. Aku dibuat kagum dengan pribadi Khadija dan pesonanya yang dapat membuat orang-orang yang mengenalnya menemukan cahaya dalam kehidupan mereka.
Kalau boleh kritik, menurutku sinopsis di belakang buku terlalu detail. Uraiannya sangat jelas sehingga aku sendiri sudah bisa menebak kemana ceritanya akan bergulir. Walau begitu tetap ada kejutan dalam cerita ini, tentang Pieter terutama, dan aku sangat excited mengikuti kisah Pieter ini. Sementara untuk masalah penulisan novel ini minim typo, aku hanya menemukan tiga kali typo. Good job! Jadi membaca novel ini nyaman sekali tanpa banyak gangguan typo. :D
Oya, aku juga mau berbagi sedikit tentang pengucapan salam. Ketika memasuki rumah, orang muslim selalu mengucapkan ‘assalamualaikum’, dan orang yang mendengarnya wajib menjawab ‘waalaikumsalam’.  Nah jika kita masuk ke dalam rumah yang dalam keadaan kosong dan tidak ada orang yang akan menjawab salam, maka mamaku mengajarkan untuk mengucapkan ‘assalamualaina wa’ala ibadillahis solihin’ sebagai salam. Itu aja sih, semoga bermanfaat.
Ada beberapa kalimat menarik dan penuh makna yang tersebar dalam novel ini, diantaranya:
“Aku seorang yang memandang ke depan. Tidak terpengaruh dengan masa lalu seseorang.”
–Nico- (hal.97)
“Aku tidak akan memaksamu menjalani hidup seperti aku. Karena yang akan menjalani hidupmu adalah dirimu sendiri. Kamu yang paling tahu seperti apa cara hidup yang paling nyaman buatmu.”
 –Khadija- (hal.99)
“Soal dosa atau tidak dosa, Cuma Allah yang berhak menilai.”
“Kita sama-sama menuju kebaikan pelan-pelan.”
“Semua butuh proses. Allah menilai proses yang kamu lalui. Yang penting kamu sudah berusaha menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.”
–Khadija- (hal.100)
“Semoga Allah memberi aku kesempatan memperbaiki diri sedikit demi sedikit.”
 –Mala- (hal.100)
“Apa harus ada penjelasannya? Kamu yang bilang sendiri masalah keyakinan adalah hal yang personal. Efeknya berbeda pada setiap orang. Tiap orang punya rasa nyamannya sendiri tentang bagaimana cara menjalani hidup.”
 –Pieter- (hal.162)
“Seriuslah berusaha mewujudkan tekadmu, jangan cuma bermimpi.”
–Nico- (hal.171)
“Kalau kamu sudah punya niat kuat ingin mewujudkan sesuatu, selalu ada jalan untuk mencapainya. Itu law of attraction namanya. Yakinlah dengan keinginanmu.
 –Nico- (hal.184)
Novel ini mengingatkanku kalau sudah lama banget aku tidak membaca novel bertema religi yang selalu sukses menyentuh jiwa dan membangkitkan sisi keimananku yang naik turun, terutama saat membaca cerita tentang Khadija. Novel ini bagus dan layak dibaca siapa saja. Seperti judulnya, Merindu Cahaya De Amstel, semoga pembaca dapat menemukan cahaya dalam hidupnya kembali seperti para tokoh dalam kisah ini.
So, selamat membaca ya! ;)
~ ◊◊◊ ~

“Kita mungkin tak bisa menjadi sempurna, tapi selalu ada kesempatan menjadi lebih baik.”   
( Arumi E )


Salam
Nunaalia ^_^




Rabu, Februari 10, 2016

Keseruan Menang Giveaway 2015



Assalamualaikum… pa kabar temans? Semoga selalu sehat ya.
Kali ini aku ingin berbagi cerita tentang keseruan ikutan giveaway tahun 2015 kemarin. Tapi aku hanya sharing giveaway yang aku menangin saja ya, karena kalau cerita tentang semua giveaway yang aku ikutin pasti bakalan panjang banget.
Tahun 2015 kemarin aku menangin 6 novel dari hasil berburu giveaway. Lumayan banyak juga kan?! Dan itu aku dapatkan dalam waktu 6 bulan loh. Buat aku itu menyenangkan banget, bisa dapat gratisan soalnya Hehehee... :D
3 dari cerita menang giveaway itu sudah aku bahas di Menang Gratisan [1] dan di Menang Giveaway September Ceria
Dan kali ini aku mau berbagi 3 cerita menang giveaway lainnya.  
~ ♦♦♦ ~ 

~ Menang Giveaway Novel Merindu Cahaya De Amstel ~
Pertengahan Oktober sampai dengan November 2015 ada Blogtour dan Giveaway novel Merindu Cahaya De Amstel karya mba Arumi E. Blogtour dan Giveaway ini diadakan di beberapa blog, diantaranya di blognya Bang M.Rasyid Ridho yang kebagian jadi host untuk giveaway tanggal 2 – 7 November 2015.
 
Ini persyaratan giveaway yang diberikan Bang Ridho.   
Aku sempat minta pendapat beberapa orang untuk pertanyaan yang diberikan dalam giveaway ini, sebagai masukan dan bahan pertimbangan hehee. Meski begitu akhirnya aku pakai jawaban hasil pendapatku sendiri setelah merenung beberapa lama. Kedengarannya lebay ya, hehe... tapi memang perlu karena jawaban yang paling menarik yang biasanya menang loh!



Dan akhirnya tanggal 10 November 2015 aku dapat notifikasi dari twitter yang menyebutkan kalau aku menang giveaway ini! Bahkan dari penulisnya langsung. Yeay!!!

Dan juga diumumin di blognya Bang M.Rasyid Ridho


Ini dia hadiahnya, dan langsung selfie deh bareng keponakan (Zahra)! ;)

 ~ ♦♦♦ ~ 

~ Menang Giveaway Novel So, I Married The Anti-Fan ~
Bulan Oktober juga diramaikan dengan Blogtour & Giveaway yang diadakan Penerbit Haru. Penerbit yang menerbitkan novel-novel Asia yang sudah diterjemahkan ini membagi-bagi novel dari Korea karya Kim Eun Jeong yang berjudul So, I Married The Anti-Fan. Rangkaian blogtour & giveaway novel ini panjang banget loh, dan diadain di banyak blog selama satu bulan. Bahkan ada kuis Finale-nya juga diakhir rangkaian blogtour & giveaway.
Blog A Life milik Biondy Alfian kebagian ngadain blogtour & giveaway ini dari tanggal 26 Oktober s/d 9 November 2015. 

Persyaratan giveaway kali ini menggunakan Rafflecopter. Ini pertama kalinya giveaway yang aku ikutin dengan mengisi Rafflecopter, selama ini cuma baca dari salah satu blog kalau Rafflecopter itu ribet, tapi ternyata nggak ribet-ribet amat sih... cukup asyik juga.

Diantara persyaratan yang ada di dalam Rafflecopter adalah harus memberi komentar dari review  novel yang dibuat blog host. Dan ini komentarku tentang review novel So, I Married The Anti-Fan ini.
Selain itu juga Biondy memberi pertanyaan yang harus dijawab. Ini dia pertanyaanya sekaligus jawabanku.
Aku nggak menyangka kalau aku akhirnya bisa jadi salah satu pemenang dari giveaway ini! Yeay!!! :D Dan ini novel ke 5 yang aku menangin dari giveaway.

Dan seperti biasa, begitu novelnya datang langsung selfie dan uplod deh di sosmed :D

 ~ ♦♦♦ ~
~ Menang Giveaway Novel Unexpected Wedding ~
Novel terakhir yang aku menangin lewat berburu giveaway di tahun 2015 adalah novel Unexpected Wedding dari Frisca Marth. Rangkaian blogtour & giveaway-nya diadain dari pertengahan November sampai awal Desember 2015. Blog My Little Library milik Mba Atria menjadi blog pembuka untuk blogtour & giveaway ini dari tanggal 20 – 26 November 2015.
 
 


Begitu aku dapat info giveaway ini, aku langsung mengunjungi blog Mba Atria dan menjadi peserta pertama hehee :D
  
Dan alhamdulillah aku juga bisa jadi salah satu pemenang dari 4 orang yang beruntung! Yeay!!! :D

Penulisnya, Frisca Marth, juga kasih selamat langsung loh! :D

Aku sudah sering ikutan giveaway di blog Mba Atria ini, karena blog ini tidak ada hentinya ngadain giveaway dan jadi salah satu blogger paling aktif membuat review novel-novel dan jadi host blogtour & giveaway dari banyak penerbit maupun penulis, hebat ya! Dan akhirnya aku bisa juga kebagian menangin giveaway di blog Mba Atria ini :D
 

 Ini dia rewardnya dan hasil selfi bareng novelnya :D
 ~ ♦♦♦ ~
Nah, itu deh cerita pengalaman aku ikutan hunting giveaway novel-novel keren di tahun 2015. Ikutan giveaway itu seru dan menarik. Aku jadi bisa kenal para blogger juga penulis yang keren-keren, bisa tahu novel-novel terbaru dari review para blogger, juga nambah follower di twitter hahaa :D
Ikutan giveaway itu juga membuat bangga saat jawabanku dinilai menarik dan akhirnya terpilih menjadi pemenang, karena pesaingnya banyak dan kreatif-kreatif. Kadang untuk menjawab pertanyaan para host, buat aku perlu memikirkan jawaban yang menarik. Aku terkadang harus flashback mengingat moment dan pengalaman yang pernah aku alami, harus kreatif jika persyaratannya harus membuat photoquotes (untuk yang satu ini aku belum pernah menang niy ).
Dan yang paling menyenangkan ikutan giveaway itu tentu saja bisa dapat novel gratisan! :D
Dari ikutan giveaway ini aku juga terinspirasi oleh para blogger yang begitu aktif membaca buku dan membuat review, alhasil mereka sering dapat buntelan novel-novel gratis dari para penerbit dan penulis loh, asyik banget kan! Aku ingin bisa menjadi blogger seperti mereka yang aktif membuat review buku, dan menghidupkan blog sendiri yang sudah lama aku buat tapi nggak pernah ditengokin *tepok jidat
Alhamdulillah sekarang aku sudah bisa membuat beberapa review novel, walaupun masih belajar. Keterbatasan waktu karena pekerjaan kadang membuat review novel tertunda, tapi nggak apa-apalah, mudah-mudahan ke depan aku bisa lebih aktif dan kreatif, amiiin... :)

Salam
Nunaalia ^_^


Rabu, Februari 03, 2016

Review Novel ~ SLEEPOVER by Nathalia Theodora ~


Assalamualaikum temans, apa kabar niy? Semoga semuanya selalu sehat ya!
Ada novel baru yang sebenarnya sudah agak lama aku baca, tapi baru sempat aku buat reviewnya.

Novel ini karya Nathalia Theodora yang merupakan novel ke-empatnya. Penulis berzodiak Sagitarius ini menyukai genre thriller dalam film maupun novel, bahkan melebihi genre romance. Karena itu terbitlah novel Sleepover bergenre favoritnya ini. Selain membaca, Nathalia mengisi waktu luangnya dengan menonton juga mendengarkan musik K-pop, dan tentu saja menulis. Dari hobinya itu Nath sudah menerbitkan beberapa karya, seperti cerpen, antologi cerpen, dan novel.
Penasaran dengan cerita Sleepover ini? Baca dulu yuk reviewnya ;)

~ ♦♦♦ ~


 
Judul Buku : SLEEPOVER
Penulis : Nathalia Theodora
Editor : Grace R. Situngkir
Jenis Buku : Thriller Remaja
Penerbit : Elex Media Komputindo
Cetakan Pertama 2015
Tebal Buku : 181 halaman
ISBN : 978-602-02-7094-4
Reward Giveaway Sleepover di rizkymirgawati.blogspot.co.id
28 September – 03 Oktober 2015


Ketika aku mengatakan bahwa malam ini akan menjadi malam yang tak terlupakan, aku tidak menyangka kalau hal itu akan menjadi kenyataan - dalam artian yang buruk.



BLURB
Hanna yang baru pulang les bersama pacarnya, Edward, dihadang oleh preman, dan sebagai akibatnya Edward ditusuk hingga meninggal.
Dua tahun kemudian, Hanna mengadakan acara menginap bersama dengan ketiga temannya—Erin, Jill, dan Sharon.
Acara menginap mereka yang awalnya seru mendadak berubah menjadi mimpi buruk, ketika listrik padam dan seorang penyusup meneror mereka. Selama semalaman mereka berusaha melarikan diri dari penyusup itu, sampai kemudian satu demi satu teman-teman Hanna menghilang.
~ ♦♦♦ ~


REVIEW 
Kematian kekasihnya, Edward, sempat membuat Hanna terpukul karena didera rasa bersalah. Selama beberapa bulan setelah kejadian itu Hanna seperti orang linglung, hanya menangis dan mengurung diri di kamar. Namun itu kejadian 2 tahun yang lalu. Kini Hanna sudah bisa melanjutkan hidupnya dan kembali ceria, bahkan jatuh cinta lagi.
Untuk mengisi akhir pekan, atas usul Erin, Hanna, Erin, Jill, dan Sharon mengadakan acara menginap bersama di rumah Sharon. Kebetulan orangtua Sharon sedang keluar negeri, jadi mereka berempat bisa bersenang-senang.
Acara mereka diisi dengan berenang juga membuat kue, dan menonton film. Pukul sepuluh malam, ketika hujan deras, mereka memutuskan untuk berkumpul di kamar Sharon.
Hanna yang keluar kamar lagi untuk ke toilet mendengar suara pintu depan dibuka dan ditutup. Ia memutuskan untuk mengeceknya dan menemukan banyak tetesan air membentuk jejak sepatu, bahkan ia juga sempat melihat bayangan seseorang yang melintas dari arah gudang ke dapur.
Merasa ketakutan, Hanna buru-buru kembali ke kamar Sharon tempat ketiga temannya berada. Namun Hanna tidak menceritakan apa yang ditemukannya kepada teman-temannya. Ia tidak ingin membuat Sharon panik, apalagi baru saja mereka tahu kalau Sharon pernah diserang, dan sampai sekarang temannya itu selalu merasa seperti diikuti seseorang. Hanna tidak mau merusak acara mereka dengan melantur sembarangan akan hal yang belum pasti.
Namun baru saja Hanna ingin bersantai, mendadak listrik padam!
Apakah benar ada penyusup?
Bagaimana Hanna menghadapi penyusup itu sementara satu persatu teman-temannya menghilang?
~ ♦♦♦ ~
Ini novel Nathalia Theodora yang pertama yang aku baca. Novel bergenre thriller remaja ini berhasil membuat adrenalin terpacu sepanjang cerita. Alurnya membuat penasaran untuk terus membaca dengan dipenuhi pertanyaan-pertanyaan:
Siapa penyusup itu?
Apa yang terjadi dengan teman-teman Hanna yang satu persatu menghilang?
Bagaimana Hanna dan teman-temannya bisa lepas dari teror sang penyusup?
Penggunaan sudut pandang orang pertama (Hanna), sangat tepat. Dengan begitu pembaca seolah-olah dapat merasakan sendiri bagaimana perasaan yang dialami oleh Hanna. Rasa takut dan cemas yang ditimbulkan oleh adanya si penyusup yang menyebabkan teman-temannya menghilang. Keingintahuan tentang apa motif si penyusup. Sampai tekad juga keberaniannya menghadapi sang penyusup untuk menyelamatkan teman-temannya. Berasa seperti mengalami sendiri deh.
Untuk karakter tokoh, aku hanya bisa mengetahui tentang Hanna, sementara tokoh yang lain hanya diketahui dari penilaian Hanna, minim sekali. Mungkin karena penggunaan sudut pandang orang pertama tadi.
Yang menarik rentang cerita ini berjalan dalam waktu yang tidak terlalu lama, bahkan kurang dari 24 jam, tapi berasa panjang karena suasana yang menegangkan.
Sayangnya, blurb yang terlalu jelas membuat cerita ini mudah ditebak, setidaknya buat aku. Ketika membaca blurb dan mengetahui novel ini bergenre thriller, membuat aku sudah menganalisa dari awal cerita, kira-kira siapa sang penyusup. Aku terus menebak-nebak siapa tokoh yang bisa dicurigai. Sudah kayak detektif conan aja deh hehee...
Walau begitu aku tetap dibuat merasakan atmosfir ketegangan dalam novel ini. Dan yang aku suka novel ini minim typo, jadi nyaman sekali bacanya. Dan yang pasti, novel karya Nath yang pertama aku baca ini cukup membuat aku tertarik untuk membaca novel-novel Nath yang lain.
So, buat kamu yang suka genre cerita thriller, novel ini bisa jadi salah satu koleksi yang harus kamu miliki.

Salam
Nunaalia ^_^